Sitename

Description your site...

October 20, 2018

Wow ! Kampung Disurabaya Ini Punya Bisnis Unik Sebulan Rp 10 Juta Pasti Ditangan

Wow ! Kampung Disurabaya Ini Punya Bisnis Unik Sebulan Rp 10 Juta Pasti Ditangan

SURABAYA – Puluhan gaun berwarna-warni terpajang di lantai dua dalam rumah di jalan Jambangan Gang IIA, Surabaya. Ketika diamati lebih dekat, bahan yang digunakan pada gaun-gaun tersebut bukanlah kain sutra,satin ataupun katun, melainkan plastik bekas tempat detergen, sabun, karung goni hingga biji-bijian.

Puluhan gaun itu merupakan koleksi Risnani Puji Rahayu, warga RT 2 RW 1 Kelurahan Jambangan, Surabaya.

Berawal dari tren membuat karya daur ulang di kampung, Riris, sapaan akrabnya melihat peluang bisnis dalam busana daur ulang. Beragam koleksi busana dibuat dengan beragam ukuran dan tema.

Ada yang terlihat seperti busana pesta, ada pula yang terlihat seperti busana pertunjukan, hingga maskot tanaman juga tersedia.

“Sejak 2005 kampung memang menggalakkan daur ulang, awalnya saya memang menyewakan baju anak- anak. Tapi saya lihat peluangnya baju daur ulang ini juga luas, makanya saya buat,”urai pemilik usaha CV Kreatif Indah Alam ini.

Secara berkala, Riris mendesain dan mengumpulkan bahan daur ulang. Tiap tahunnya ia bisa membuat hingga 10 busana untuk anak-anak hingga dewasa. Bahkan tak jarang ia menerima pesanan desain yang kemudian ia sewakan.

“Sering dapat pesanan, sekarang saja saya sedang mengerjakan pesanan gaun pengantin dari Lamongan seharga Rp 5 juta. Ya dibuat dari kresek,”urainya.

Iapun tak mengerjakan semua busana sendiri, apalagi jika harus membuat gaun untuk pawai yang berukuran besar dan memiliki banyak ornamen.

“Saya dibantu warga, bahannya juga saya beli di bank sampah. Jadi memang melibatkan warga kampung,” papar pemilik brand W-Queen ini.

Saat musim pertunjukan di bulan April hingga Mei, ia mengaku pendapatan dari persewaan ini bisa mencapai Rp 10 juta. Sebab, kebanyakan penyewanya berasal dari luar kota.

“Kalau perawatannya tidak sulit, cukup di lap sama air sabun,”jelasnya.

Tak hanya menyediakan persewaan baju daur ulang, ia juga menjual beragam produk daur ulang buatan warga ataipun miliknya. Mulai dari clutch, tas hingga dompet.

Zulfikar Dadang (19), pegawai CV Kreatif Indah Alam mengungkapkan beragam busana ini dipajang sesuai dengan bahannya. Ada yang digantung, ada pula yang dilipat dan dibungkus plastik.

“Hampir 100 baju, biasanya disewa anak sekolah juga. Kalau buat warga kampung gratis,”urainya.

Harga sewa tiap busana ini menurut Zul cukup beragam. Mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 200.000, kecuali untuk pesanan khusus bisa mencapai jutaan rupiah.

Untuk memenuhi produksi busana ini, tak jarang Zul membantu mengumpulkan bahan daur ulang dari tempat lain karena bank sampah di kampungnya tidak memenuhi jumlah yang dibutuhkan. Kadang juga ada yang menjual bahan daur ulang seperti plastik bekas kemasan detergen dan sabun cuci ke workshop mereka.

“Pesanan luar kota beragam, bahkan ada pesanan dari luar negeri untuk produk daur ulangnya,”pungkasnya.

Sumber : Artikel ini telah tayang di surya.co.id 

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below