Sitename

Description your site...

October 20, 2018

VIDEO Rekaman CCTV Sosok Ibu yang Tinggalkan Bayi di Rumah Sakit Surabaya, Lihat Gelagatnya

VIDEO Rekaman CCTV Sosok Ibu yang Tinggalkan Bayi di Rumah Sakit Surabaya, Lihat Gelagatnya

SURABAYA – Seorang bayi perempuan berusia 12 hari bernasib malang, ditinggal orangtuanya di Rumah Sakit Medical Service Surabaya.

Sampai saat ini, dokter tidak bisa menghubungi nomor telepon orangtua bayi, pasangan Kusnariyono dan Riatin Masrikah.

Dr Mochammad Choliq, Wakil Direktur Rumah Sakit Medical Service Surabaya menjelaskan, bayi itu lahir pada tanggal jam 23.20 WIB, 14 April 2018.

“Bayi ini harus menerima perawatan khusus karena lahir terlalu cepat 36 Minggu, berat badannya juga kurang,” terang dr Mochammad Choliq, Rabu (25/4/2018).

Bayi perempuan yang memiliki hidung mancung ini menjalani perawatan khusus di antaranya masuk inkubator, mendapatkan pemberian oksigen tertakar dan foto terapi.

Setelah perawatan bayi yang awalnya hanya memiliki berat 1 kilo 400 gram, kini naik menjadi 1 kilo 690 gram. Atau naik 2 ons.

“Tanggal 18 April 2018 ibu dan bayi sudah diperbolehkan pulang, tapi ternyata ibunya sudah kabur duluan,” tambah Choliq.

Mengetahui sang orangtua kabur, pihak rumah sakit menghubungi Polsek Tegalsari.

Kabur Lewat UGD

Rabu (18/4/2018) pagi menurut pengakuan perawat, Riatin, warga Simo Pomahan Baru Barat IV/41 Surabaya ini masih terlihat di ruang perawatan.

“Waktu perawat mencari di ruangan lagi tiba-tiba tidak ada, lalu coba meminta bantuan keamanan tetap tidak ditemukan. Sementara dia tidak menyebutkan alasannya sama sekali, kenapa meninggalkan rumah sakit,” kata dr Mochamad Choliq, Wakil Direktur Rumah Sakit Medical Service Surabaya, Rabu (25/4/2018).

Tak ketemu manajemen rumah sakit melakukan pengecekan CCTV. Terlihat perempuan 42 tahun ini kabur lewat UGD.

Pihak rumah sakit menceritakan, selama perawatan Riatin pernah terlihat bersama sang suami, dan seorang anak perempuan mereka berumur belasan tahun.

“Wajah bayi Riatin ini bagus, cantik mirip kakaknya yang pernah ke rumah sakit,” lanjut dr Cholid.

Karena tak kunjung muncul kembali dan membawa sang buah hati pulang, pihak rumah sakit melaporkan kejadian ini kepada Polsek Tegalsari, Surabaya.

Polsek Tegalsari pun mengambil tindakan. Selain mencari keberadaan orangtua bayi yang lahir secara prematur ini, juga bertanggung jawab atas bayi tersebut.

“Jika ada tindakan yang dibutuhkan terkait kesehatan bayi (medis), nanti bisa langsung menghubungi bapak Kapolsek Tegalsari seperti yang diminta beliau,” tambah dr Cholid.

Sering Tanya Biaya Perawatan

Bayi perempuan itu menurut pengakuan Riatin kepada rumah sakit adalah buah cinta dengan sang suami, yang menikahinya secara siri.

Saat lahir bayi dalam kondisi prematur karena hanya berusia 36 Minggu dan beratnya 1, 4 Kilogram (kg).

“Karena lahir di usia kandingan 36 Minggu dengan berat badan kurang, sehingga harus ada perawatan khusus. Masuk inkubator, pemberian oksigen tertakar, bayi juga mengalami benging jadi diperlukan foto terapi. Saat ini kondisinya sudah membaik dia aktif bergerak, berat badannya juga naik menjadi 1,6 kilogram (kg),” terang dr Cholid.

Sebelum kabur, Chalid membenarkan jika Riatin kerap menanyakan biaya perawatan selama di rumah sakit. Namun dia tidak bisa memastikan alasannya tega meninggalkan putri yang sudah berlama-lama di rahimnya tersebut.

Kapolsek Tegalsari, Kompol David Triyo Prasojo dan Kanitreskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zaenul Abidin mendatangi rumah sakit.

Kompol David menegaskan bahwa benar pihak rumah sakit melaporkan kejadian tersebut. Mereka terus melakukan penyelidikan.

Selama penyelidikan tersebut ditemui kejanggalan lain. Di antaranya informasi alamat tempat tinggal yang diberikan oleh Riatin dan suami kepada pihak rumah sakit.

“Mereka memberikan informasi alamat tempat tinggal yang berbeda waktu pendaftaran, operasi, dan saat anak memerlukan tindakan. Semua alamat yang di berikan masing-masing berbeda. Saat dilakukan pengecekan, betul yang bersangkutan memang pernah tinggal di alamat tersebut namun sudah 2 tahun lalu,” terang Kompol David, menunjukkan bahwa perubahan alamat ini, memang ada rencana disembunyikan.

Kompol David membenarkan bahwa, pihaknya sudah bersepakat dengan pihak rumah sakit untuk merawat bayi berkulit merah tersebut.

“Adapun yang berhubungan dengan persetujuan medis bayi, nanti bisa langsung kami,” akunya.

Pria berkacamata ini secara tegas berpesan kepada orangtua melalui awak media agar menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

“Kami sudah mengantongi rekaman CCTV. Baik Suami atau istri, kami mengimbau ke dua orangtua bayi menyerahkan diri untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Sumber : http://surabaya.tribunnews.com

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below