Sitename

Description your site...

August 18, 2018

DPO IS Tersangka Pembunuhan di Apartemen Akhirnya

DPO IS Tersangka Pembunuhan di Apartemen Akhirnya

SURABAYA – Unit Resmob Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan DPO Imam Syafi’i (IS sebelumnya ditulis IM) atas perkara 338 Jo. 340 KUHP pembunuhan di Apartemen Educity Mulyorejo Tower Surabaya, 28 Mei lalu.

IS merupakan salah satu tersangka pembunuhan terhadap Agung Pribadi atau AP (40) di kamar apartemen milik HR (tersangka utama).

Motif pembunuhan adalah karena korban datang ke Surabaya untuk menagih hutang kepada pelaku (sdr HR) sebesar Rp 211 juta atas transaksi narkoba yang belum terbayar.

Kasubbag humas, AKP Cinthya menjelaskan kronologi penangkapan IS. Saat itu petugas mendapat informasi DPO IS lari ke daerah Banyuwangi.

“Setelah itu kami melakukan penyelidikan selama dua hari dan DPO bertempat tinggal di dusun Krajan Desa Kedung Rejo Banyuwangi bersama keluarganya. Setelah melakukan penyanggongan, sekitar jam 06.00 WIB DPO kelihatan melitas depan rumahnya, setelah itu kami melakukan pengejaran. DPO berusaha melarikan diri,dan akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur,” terangnya, Sabtu (9/6/2016).

Dari tangan IS, polisi menemukan satu buah tongkat besi yang digunakan pelaku untuk memukul korban.

Chintya menjelaskan peran tersangka IS dalam pembunuhan sadis ini adalah memukul korban dengan menggunakan tongkat besi yang sudah ada didalam kamar 17-07 apartemen Educity.

Setelah dipukul, korban lalu ditusuk oleh HR sesuai dengan keterangan dari tersangka SP yang telah diamankan sebelumnya.

Daftar tersangka pembunuhan sadis apartemen yang belum tertangkap adalah saudari EV (DPO) yang sebelumnya saksi kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Serta RH (DPO) dan HR (DPO) sementara yang sudah tertangkap adalab SP dan IS.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Seorang pria ditemukan tewas di Apartemen Educity Pakuwon City Surabaya, Senin (28/5/2018).

Pria tewas yang diduga korban pembunuhan itu ditemukan di kamar mandi lantai 17.

Informasi yang diperoleh SURYA.co.id menyebutkan, korban tewas itu berjenis kelamin pria dengan inisial AP (40).

Jenazah korban ditemukan kali pertama pada pukul 08.00 WIB, tapi polisi baru mengetahui pada pukul 09.00 WIB.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, AP berasal dari Jakarta.

Saat ditemukan, korban ada luka di perut dan dada.

“Ya dugaan sementara, korban meninggal akibat benda tajam,” sebut Sudamiran, Senin (28/5/2018).

HR, Pelaku pembunuhan sadis di apartemen Educity Pakuwon City, Surabaya, ternyata memiliki hubungan bisnis dengan korbannya, AP.

Namun hubungan bisnis yang terjalin cukup lama itu adalah bisnis hitam, narkoba.

Dari penyidikan yang dilakukan polisi sejauh ini, terungkap bahwa HR berada di dalam jaringan bisnis narkoba yang sama dengan AP.

Bersama SP, IM, dan RY yang datang dari Pontianak, Kalimantan Barat, pembunuhan itu dilakukan HR.

“Korban saat tiba di Surabaya dijemput tersangka HR, selanjutnya bertemu di apartemen Educity,” sebut Iptu Bima Sakti, Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Rabu (7/6/2018).

Bima menjelaskan, korban ke Surabaya dan bertemu dengan HR guna menagih utang dari bisnis narkoba sebesar Rp 211 juta yang belum dibayar.

HR menjanjikan kepada AP, uang Rp 211 juta sudah ada dan akan diserahkan ke korban saat berada di Surabaya.

“Saat di perjalanan saat dijemput, tersangka HR mengatakan kepada korban uang Rp 211 juta sudah ada, tapi belum diserahkan,” terang Bima.

Selain soal utang atas bisnis narkoba yang menjadi motif pembunuhan ini, juga lantaran asmara. HR merasa cemburu dan tidak terima teman wanita dekatnya, EV digoda dan didekati korban.

“Karena cemburu itulah yang menjadi salah satu latar pelakang HR menghabisi korban,” terang Bima.

Saat ini Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya yang menangani kasus ini masih memburu tiga pelaku lainnya, setelah SP ditangkap di Pontianak, 1 Juni 2018.

Saat olah TKP, polisi tidak hanya menemukan potongan pipa besi, alat pembersih lantai, dan beberapa pakian, tapi juga menemukan seperangkat alat untuk nyabu dan pipet yang masih ada sisi bekas nyabu.

“Kalau uang, kami tidak menemukan di kamar apartemen (Educity). Kami masih terus mengembangkan kasus ini,” ucap Bima.

Sumber :surabaya.tribunnews.com

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below