Sitename

Description your site...

August 18, 2018

Awas Kena ‘Sindrom Kelas Ekonomi’ Saat Mudik!

Awas Kena ‘Sindrom Kelas Ekonomi’ Saat Mudik!

Menjelang akhir Ramadan, semakin dekat juga musim mudik yang ditunggu-tunggu banyak orang. Meskipun menjadi momen yang sudah dinanti, Geng Sehat tidak boleh lupa menjaga kesehatan selama mudik.

Tanpa disadari, banyak risiko penyakit yang mengikuti kita selama mudik lho, terutama ketika menggunakan transportasi udara dan darat jarak jauh. Risiko penyakitnya juga sangat beragam, mulai dari yang ringan hingga yang berbahaya.

Salah satu risiko kesehatan serius selama mudik adalah trombosis vena dalam (DVT) atau yang biasa disebut ‘Sindrom Kelas Ekonomi’. Kondisi kesehatan ini memang cukup sering terjadi pada orang yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Memang kebanyakan informasi dan kasus DVT ditemukan pada perjalanan lewat transportasi udara. Tapi, perjalanan apapun yang melebihi 4 jam, baik itu menggunakan pesawat, mobil, bus, ataupun kereta, risiko DVT-nya tetap sama.

DVT itu adalah kondisi terjadinya pembekuan atau penggumpalan darah di vena dalam. Dalam kasus sindrom kelas ekonomi, penggumpalan darah terjadi di vena kaki, karena selama perjalanan mudik, Kamu duduk dengan ruang gerak terbatas dalam waktu yang lama.

Semakin lama Kamu tidak bergerak, semakin tinggi juga risiko terkena DVT. Pada banyak kasus, darah yang menggumpal akan mencair kembali dengan sendirinya. Namun, kondisi kesehatan serius bisa terjadi ketika sebagian darah yang menggumpal masuk ke paru-paru dan menimbulkan penyumbatan. Kondisi fatal inilah yang disebut embolisme pulmonari.

Apa yang Meningkatkan Risiko Penggumpalan Darah?

Pada umumnya, risiko penggumpalan darah selama mudik atau perjalanan panjang sangat kecil pada orang yang sehat. Tingkat risiko tersebut tergantung dengan durasi perjalanan dan jika Kamu memiliki risiko lain mengalami penggumpalan darah.

Pada kebanyakan kasus, orang yang mengalami penggumpalan darah saat berada dalam perjalanan panjang memiliki faktor risiko, seperti:

  • Sudah berusia lanjut (risiko DVT meningkat setelah usia 40 tahun)
  • Obesitas
  • Baru dioperasi atau mengalami luka yang cukup serius
  • Mengonsumsi kontrasepsi yang mengandung estrogen (seperti pil KB)
  • Terapi penggantian hormon (pengobatan medis hormon untuk meredakan efek samping menopaus)
  • Sedang hamil atau sedang dalam masa postpartum
  • Sebelumnya pernah mengalami DVT atau memiliki riwayat keluarga DVT
  • Menderita kanker atau baru melewati pengobatan kanker
  • Ada kateter yang dimasukkan ke vena besar
  • Vena varikosa

Kombinasi antara perjalanan panjang dengan salah satu atau lebih dari faktor di atas akan meningkatkan risiko Kamu mengalami DVT selama mudik. Semakin banyak faktor yang Kamu miliki, semakin tinggi juga risikonya.

Gejala Penggumpalan Darah

Kamu perlu berhati-hati, karena sekitar setengah dari kasus DVT sama sekali tidak mengalami gejala tertentu. Berikut beberapa gejala DVT pada kaki yang paling umum:

  • Pembengkakan pada kaki
  • Nyeri yang tidak jelas asalnya dari mana
  • Kulit hangat ketika disentuh
  • Kulir terlihat memerah

Cara Mencegah Penggumpalan Darah selama Mudik

  • Karena Kamu sudah tahu informasi tentang DVT, maka teruslah bersikap waspada akan gejalanya selama mudik.
  • Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mudik, kalau Kamu merasa memiliki risiko terkena DVT. Konsultasi juga ke dokter kalau sebelumnya Kamu pernah mengalami penggumpalan darah, atau jika memiliki riwayat keluarga terkena DVT.
  • Gerakkan kaki secara rutin selama mudik. Kalau di pesawat atau kereta, sesekali berjalanlah untuk ke toilet. Kalau di mobil, berhentilah setiap berapa jam untuk sekedar berjalan-jalan sejenak. Kalau Kamu benar-benar tidak bisa berdiri dalam waktu yang lama, cobalah melakukan stretching untuk membantu meningkatkan aliran darah ke kaki.

Geng Sehat bisa mengikuti tips-tips di atas untuk mencegah risiko penggumpalan darah selama mudik. Konsultasikan dengan dokter jika Kamu memiliki faktor risikonya. Perhatikan kesehatan selama mudik, supaya bisa selamat sampai tujuan, dan bisa merayakan lebaran dengan keluarga!

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below