Sitename

Description your site...

August 18, 2018

Inilah Kaitan Antara Virus Herpes Dengan Alzheimer

Inilah Kaitan Antara Virus Herpes Dengan Alzheimer

Studi baru yang diterbitkan di jurnal Neuron menyebutkan bahwa ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa dua strain virus herpes manusia – 6A dan 7 – dapat berkontribusi terhadap penyakit Alzheimer.

Virus herpes merupakan suatu infeksi menular seksual. Cara utama penyebaran virus tersebut adalah melalui kontak seksual. Setelah pertama kali terinfeksi, virus menetap dalam tubuh dan dapat terjadi reaktivasi hingga beberapa kali dalam setahun.

Penyakit herpes dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu herpes zoster dan herpes simpleks. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus tetapi jenis virusnya berbeda.

Herpes zoster disebabkan oleh virus varicela zoster (VVZ), sedangkan herpes simpleks disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). Menurut dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter, perbedaan jenis virus ini tentu saja membuat gejalanya juga berbeda.

“HSV sendiri ada dua macam meski keduanya dapat saling berhubungan, yaitu tipe 1 yang dikaitkan dengan infeksi di daerah bibir dan rongga mulut dan tipe 2 yang bermanifestasi di alat kelamin. Begitu seseorang terinfeksi HSV baik tipe 1 maupun tipe 2, virus ini akan terus berada di saraf dalam keadaan laten dan sewaktu-waktu dapat kambuh lagi,” ujarnya.

Lalu, bagaimana bisa virus herpes dan Alzheimer dapat saling berkesinambungan?

Virus herpes dan Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit yang belum dapat disembuhkan secara total. Padahal, menurut sebuah asosiasi Alzheimer di Amerika Serikat, pengidap Alzheimer bertambah setiap 33 detik.

Berangkat dari biaya perawatannya yang besar, para ilmuwan kini bekerja keras untuk memahami penyakit tersebut dengan harapan dapat menemukan obat atau setidaknya perawatan yang efektif.

Dilansir CNN, para peneliti belum bisa mendeteksi apa yang menyebabkan penyakit Alzheimer atau cara terbaik untuk mengobatinya. Namun, mereka memiliki bukti baru yang menunjukkan bahwa virus herpes mungkin memiliki peran dalam terjadinya Alzheimer.

Para peneliti menelaah 622 orang untuk studi baru tersebut. Kelompok pertama adalah mereka yang memiliki tanda-tanda Alzheimer, sementara kelompok lainnya diketahui sehat. Hasil yang didapat adalah, pengidap Alzheimer memiliki level virus herpes yang dua kali lebih tinggi dibanding mereka yang tidak memiliki tanda-tanda mengidap penyakit tersebut.

Meski demikian, tetap dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikan adanya hubungan antara virus herpes dan Alzheimer. Namun, jika virus atau infeksi lainnya memang berhubungan dengan Alzheimer, hal ini tentunya dapat membantu peneliti untuk menemukan terapi baru untuk mengatasi atau mencegah Alzheimer.

Menghindari Alzheimer

Untuk menurunkan risiko terjadinya Alzheimer pada diri Anda, menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten sangatlah penting. Mulailah dari pola makan, yakni dengan mengurangi lemak jenuh. Menurut studi, lemak jenuh cenderung meningkatkan kadar kolesterol darah, yang mendorong produksi plak beta-amyloid berbahaya di otak, salah satu pemicu Alzheimer.

Pastikan menu makanan Anda banyak sayur, buah, kacang dan biji-bijian. Empat jenis asupan ini kaya vitamin dan mineral yang dapat melindungi otak, sehingga menurunkan risiko Alzheimer.

Olahraga juga tak boleh dilupakan. Penelitian menyebutkan bahwa berjalan cepat sebanyak tiga kali seminggu selama 40 menit, dapat mengurangi risiko demensia sebanyak 40 hingga 50 persen.

Sibukkan juga diri Anda dengan kegiatan yang mengasah otak seperti membaca, bermain teka-teki silang, mencoba hobi baru, bersosialisasi, dan sebagainya. Dengan begitu otak Anda akan terus aktif dan sehat.

Virus herpes disebut berperan dalam perkembangan penyakit Alzheimer. Meski demikian, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikannya mengingat Alzheimer adalah penyakit yang kompleks. Hingga kini, Alzheimer juga belum dapat disembuhkan.

 

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below