Sitename

Description your site...

August 18, 2018

Kebiasaan Merokok Bikin Anda Miskin

Kebiasaan Merokok Bikin Anda Miskin

Selama ini kita mengetahui, merokok dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan hingga memicu terjadinya kanker. Ada pula hal menggelitik, belanja rokok bisa membuat seseorang jadi miskin.

Keberkaitan antara rokok dan kemiskinan terpapar dalam data Badan Pusat Statistik (BPS). Saat memaparkan hasil penelitian bertajuk “Rokok, Stunting, dan Kemiskinan” di Four Points by Sheraton, Jakarta, Kepala Subdirektorat Kerawanan Sosial BPS Ahmad Avenzora menjelaskan lebih rinci.

“Rokok termasuk di antara 52 komoditi yang lebih banyak dibutuhkan bagi orang marjinal. Lebih spesifiknya, rokok menduduki posisi kedua setelah beras sebagai  penyumbang kemiskinan,” jelas Ahmad beberapa hari lalu, sebagaimana ditulis Rabu (27/6/2018).

Dalam hal ini, ada kontribusi rokok terhadap garis kemiskinan. Rokok yang dimaksud adalah jenis rokok kretek filter.

“Di Indonesia ada 27 juta-an penduduk miskin. Mereka cenderung belanja rokok,” Ahmad melanjutkan.

Kemiskinan meningkat

Ahmad menambahkan ketika pengeluaran rokok meningkat sebesar 1 persen, maka potensi rumah tangga menjadi miskin akan meningkat sebesar 6 persen. Setidaknya uang sebesar Rp 100.000 hanya untuk pengeluaran buat beli rokok. “Kebutuhan belanja rokok nilainya 9,98 persen di kota dan 10,70 persen di desa,” tambah Ahmad.

Bahaya Kurang Gizi Intai Para Perokok

Gaya hidup merokok rupanya mengganggu penyerapan vitamin C. Padahal, vitamin C berindak sebagai antioksidan pembentuk metabolisme tubuh, yang menangkal radikal bebas.

Satu batang rokok saja dapat mengganggu penyerapan vitamin C. Vitamin C sulit diserap, yang membuat tubuh kekurangan vitamin C. Hal yang sama juga berlaku dengan vitamin dan mineral lain. Karena itu bukan tidak mungkin perokok bisa kekurangan gizi.

“Kekebalan tubuh jadi terganggu. Vitamin yang termasuk bagian dari asupan gizi mikro nutrien sulit diserap tubuh,” kata dokter spesialis anak  Bernie Endyarni Medise dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) saat memaparkan hasil penelitian bertajuk “Rokok, Stunting, dan Kemiskinan” di Four Points by Sheraton, Jakarta, ditulis Rabu (27/6/2018).

Manfaat vitamin C yang diserap tubuh  juga meningkatkan sistem kekebalan dan kinerja organ tubuh. Misal, menunjang kinerja zat selenium dan zinc pada usus. Fungsi usus pun tetap baik.

Orangtua yang merokok, baik ibu, bapak atau keduanya dapat membahayakan pertumbuhan otak janin. Kandungan nikotin dan asap rokok membuat pertumbuhan otak janin terganggu.

“Anak yang lahir dari orangtuanya perokok, kecerdasannya lebih rendah. Sulit menangkap pembelajaran,” Bernie melanjutkan. Selain itu, berat dan tinggi badan anak juga lebih rendah. Yang pada akhirnya mengakibatkan anak jadi stunting.

Stunting disebabkan adanya kekurangan nutrisi (malnutrisi) yang bersifat kronis. Merokok akan menghambat asupan gizi sehingga tubuh kekurangan zat gizi.

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below