Sitename

Description your site...

October 20, 2018

Malas Bangun Pagi Bisa Meningkatkan Resiko Kegemukan

Malas Bangun Pagi Bisa Meningkatkan Resiko Kegemukan

Jam berapa kamu terbiasa bangun pagi? Jam setengah lima pagi, jam setengah enam, jam setengah tujuh atau setelahnya? Jika saat ini kamu masih malas untuk bangun pagi, jangan heran jika berat badan kamu tidak kunjung turun atau berada pada posisi ideal.

Melansir dari laman prevention.com, kebiasaan buruk bangun kesiangan saat pagi hari meningkatkan risiko kegemukan yang sangat besar. Susan Peirce Thompson, PhD, presiden Institute for Sustainable Weigth Loss mengatakan, “Kesalahan terbesar yang sering dilakukan hampir semua orang ketika mereka berusaha menurunkan berat badan adalah memulai hari dengan cara yang salah.”

“Bangun terlalu siang akan meningkatkan risiko kegemukan dan sulitnya berat badan untuk turun. Sayang, ini menjadi hal paling sering kita lakukan,” tambah Susan.

Penelitian yang ada menyebutkan jika kurang tidur bisa meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh dan membuat tubuh makin gemuk. Tak hanya kurang tidur, kelebihan tidur dan membiarkan tubuh tidur terlalu lama juga tidak bekerja sesuai dengan seharusnya di pagi bisa meningkatkan kadar kortisol lebih tinggi dan meningkatkan risiko kegemukan lebih besar.

Dalam jurnal PLOS One tertulis jika tidur lebih dari 10 jam setiap malam bisa meningkatkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan memungkinkan lemak dalam tubuh menumpuk lebih banyak. Well, mulai sekarang hindari tidur terlalu lama apalagi sering bangun kesiangan demi berat badan yang senantiasa ideal ya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Wanita Bertubuh Pendek Lebih Sulit Menurunkan Berat Badan

Sudah mencoba berbagai macam cara untuk menurunkan berat badan tapi belum ada yang berhasil? Coba cek tinggi badanmu. Kabarnya wanita bertubuh pendek itu lebih susah menurunkan berat badannya. Wah, kabar ini jelas bukan kabar yang menyenangkan ya.

Seperti yang dikutip dari her.ie, Craig Primack MD dari Obesity Medicine Associationmenjelaskan bahwa orang yang bertubuh pendek memiliki laju metabolisme yang lambat. Sehingga butuh waktu yang lama untuk menurunkan berat badan.

Pada umumnya, wanita memiliki Angka Metabolisme Basal sebesar 1.400 kalori per hari. Angka Metabolisme Basal (AMB) atau Basal Metabolic Rate (BMR) merupakan kebutuhan energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan proses tubuh yang vital. Ketika wanita berbaring di tempat tidur selama 24 jam, tubuh akan membakar kalori sebanyak 1.400.

Tapi wanita yang tinggi badannya kurang dari 152 cm, AMB-nya adalah 1.200 kalori dan tinggi badannya sekitar 155 cm AMB-nya sekitar 1.750 kalori per hari. Dengan kata lain, semakin pendek tubuh wanita, semakin sedikit lean mass (massa otot bebas lemak) yang dimilikinya. Sehingga jadi lebih sulit untuk menurunkan berat badan.

Ada juga sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE yang menyebutkan bahwa ukuran organ tubuh manusia juga mempengaruhi laju metabolisme basalnya. Karena wanita bertubuh pendek kecenderungan punya organ-organ yang lebih kecil, mereka tak perlu membakar banyak energi untuk menggunakan organ-organ tersebut. Sehingga kalori yang terbakar pun sedikit.

Lalu apa yang perlu dilakukan agar berhasil menurunkan berat badan terlepas dari adanya kecenderungan wanita bertubuh pendek sulit langsing tersebut? Well, ada beberapa tips yang bisa dicoba, seperti rutin olahraga angkat beban, konsumsi protein yang cukup, dan lakukan lebih banyak kegiatan yang membutuhkan tenaga.

Buat kamu yang sedang berusaha menurunkan berat badan untuk menjaga kesehatan, jangan putus semangatnya ya. Selama bisa mengatur pola makan dengan baik dan menjaga kebiasaan-kebiasaan sehat, pasti kamu bisa mendapatkan berat badan ideal dan tetap bugar.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below